Turud Berduka Cita
Kemarin sekitar pukul 13:10, Bapak Mantan Presiden Soeharto, telah berpulang ke pangkuan Ilahi.
Mantan orang nomor satu di Indonesia itu akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya setelah di rawat kurang lebih tiga minggu di RS Pertamina Jakarta.
Memang ada rasa pilu didada ketika tahu akan hal itu, sedih juga ya…
Bagaimanakah hidup Pak Harto selama lebih kurang hampir sepuluh tahun semenjak pengunduran dirinya sebagai Presiden?
Dimana Ia berhenti karena desakan dan tuntutan masyarakat banyak. Masih lekat dalam benak masyarakan Indonesia kejadian-kejadian saat itu, bagaimana huru-hara yang timbul, bahkan korban tewas.
Apa sebenarnya yang menggerakkan masyarakat Indonesia (terlebih mahasiswa) untuk melakukan demonstrasi bahkan sampai pengrusakan seperti itu?
Itu semua karena ketidakpuasan. Ketidakpuasan pada sikap pemerintah, terutama pemimpin.
Belum lagi pada masalah korupsi.
Hampir semua orang tau, Indonesia memiliki hutang yang sangat banyak pada puhak luar negeri, dan semua orang tau bahwa sebagian dari pejabat yang kita pilih telah mengkhianati kita dengan melakukan korupsi.
Apakah Pak Harto tidak lepas dari itu semua?
Yang jelas, (pendapat saya pribadi) hendaknya apabila beliau mempunya salah pada masyarakat, pada bangsa ini, mari Kita lupakan, maafkan, dan coba renungkan. Apa yang sebenarnya menjadi masalah? Kenapa kok manusia (terlebih orang yang mempunyai jabatan) bisa sampai terjerumus dalam kenistaan, pengkhianatan dan kkn? bagaimana sih supaya nanti tidak lagi salah memilih calon pemimpin? dan bagaimana untuk menghindari supaya tidak terjerat, dan jangan mengulangi kesalahan yang sama. Mari kita pikirkan bersama.
Karena itu, yang dulu biarlah berlalu. Bagi yang merasa Pak Harto punya salah, berilah maaf, biar beliau lebih teringankan bebannya. AMIN