Filed under: Uncategorized — adessweet at 6:49 pm on Thursday, April 17, 2008

Cintaku padamu, abadi sepanjang jaman

         Tak lebih tak kurang oleh alasan
         Cintaku tak beralasan kecuali keinginan mencinta
         Cintaku tak bersebab yang dimengerti manusia

        Jika cintamu tak beralasan selain ia yang kau cinta
        Maka ia nyata, tak kan lenyap selamanya
        Jika cintamu digerakkan oleh suatu alasan
        Maka ia akan hilang bersama hilangnya alasan

Segala jenis cinta yang tumbuh karena suatu "sebab", akan sirna
bersamaan dengan sirnanya sang "sebab", akan mekar bersamaan dengan
mekarnya sang "sebab", akan berkurang bersamaan berkurangnya sang
"sebab". Cinta jenis ini akan menguat manakala "sebab cinta" mendekat,
dan akan mengendur manakala "sebab cinta" menjauh. Tak ada cinta yang
abadi, selain cinta yang keluar dari kedalaman hati. Cinta jenis ini
tak akan hilang, kecuali ajal datang menjelang.

Alangkah indahnya dan spesifik jenis2 cinta dan segala tetek bengeknya
yang dipaparkan oleh Ibnu Hazm El Andalusy (Dibawah Naungan Cinta).
Sugoi to omou. Aih~ andai ku bisa merasakan cinta seperti
itu…hehe…Cinta sejati yang hanya pada satu orang. Karena dikatakan,
bila seseorang mengatakan mencinta 2 kekasih itu bohong. karena cinta
sejatinya hanya untuk satu orang, satu hati.
Dan ternyata, setiap jiwa manusia mencari jiwa2 yang memiliki kesamaan
dengannya. Dikatakan pula, Jika kita menemukan ada orang yang tidak
membalas cinta seseorang yang mencintainya, sesungguhnya hal itu
terjadi lantaran jiwa orang itu tertutup oleh sifat2 keduniawian.
Jiwanya tak dapat merasakan ketersambungan getaran cinta yang
disampaikan oleh jiwa orang yang mencintainya. Seandainya tabir itu
sirna, niscaya jiwa keduanya akan tersambung, cintanya akan terjalin
dalam kadar derajat dan kekuatan yang sama.
Kita tidak akan menemukan dua orang yang saling mencintai kecuali
diantara keduanya terdapat persamaan2, baik sedikit ataupun banyak.
Semakin banyak kesamaan, semakin besar pula daya tarik antara
keduanya,. Semakin banyak kecocokan, semakin kuat pula cinta yang
terjalin di antara keduanya.
Seperti halnya Magnet dan Besi. "Bukankah magnet selalu tertarik pada
besi, lantaran besi memiliki persenyawaan yang sama dengan magnet,
begitu pula sebaliknya. Bukankah kekuatan besi yang maha dahsyat selalu
bergerak merapat pada magnet. Bukankah pergerakan itu sendiri selalu
datang dari yang lebih kuat"

Sesungguhnya, alasan terbesar tumbuhnya cinta terhadap seseorang adalah keindahan fisik. ya gak sih? Karena pada dasaranya, jiwa itu indah dan selalu terpikat pada segala sesuatu yang indah. Ia kecanduan terhadap keindah-indahan.
Nah, tatkala jiwa seseorang gandrung pada jiwa yang lain, dan ternyata
dibalik jiwa orang yang dia gandrungi itu terdapat sesuatu yang
menyerupai jiwanya, maka jiwanya akan semakin tersambung dengan jiwa
orang yang digandrunginya, inilah yang merupakan Cinta Hakiki. Tapi
apabila dibalik jiwa orang itu tak ada sesuatu yang menyerupai jiwanya,
maka cintanya sebatas keindahan fisik semata, itulah yang disebut
syahwat.

Wah, dapet gambaran gak dari sini, bagaimana sih cinta ityu~?
kalo misalkan cinta itu karena keindahan fisik saja, maka orang2 yang
berparas kurang atau jelek tidak akan pernah dicintai. Tapi
kenyataannya nggak gitu kan? banyak kita liat kasus begitu. Buat kita,
orang yang dicintai teman saya itu jelek, bibirnya lebar (misalnya),
tapi bagi teman saya si yang berbibir lebar itulah paling cantik.
Bahkan dia bisa mencemooh orang yang memiliki bibir kecil. Aneh ya?
Tapi itulah letak keunikan cinta. Coba saja lihat! Cinta itu sebenarnya
penyakit. Orang yang terkena panah cinta taka akan mau melepaskan panah
itu. Anehnya lagi, orang yang sehat, malah ingin terjangkit penyakit
cinta.
Sungguh indah Cinta itu, dan Maha Indah lagi yang menciptakan-Nya.
Karena Allah itu adalah yang Maha Mencinta. Bersyukurlah kita karena
diberi nikmat untuk mencinta dan dicinta.

Untuk seseorang yang sedang memenuhi pikiranku. Ada puisi oleh Ibnu Hazm El Andalusy yang kurasa bisa menggambarkan perasaanku..

  Sedari pagi kunanti malam datang menjelang
Sua denganmu kudamba, duhai pujaan
dan tumpuan harapan
 
Kalau saja kau tak datang malam ini
niscaya ku kan patah hati
Padahal, tak pernah aku patah hati
di malam-malam sebelum ini
 
Itulah kenyataan yang tak bisa kudustai
Tatkala kesedihan menyelimuti hati
Kau lemparkan janji-janji suci
Kau kan datang bertandang
menyingkap kegelapanmembikin hati terang

lalu kala bertemu dengan seseorang itu…

Segala ungkapan tentangnya, sungguh kunikmati
Ia memesona, wangi semerbak seumpama kesturi
kala ia bicara, tak kudengar dari yang duduk disampingku
Kecuali pada pembicaraannya saja aku tergugu

hehe…trus yang terakhir…

Kala beranjak darimu, kuberjalan serupa pasukan
Kalah perang, digiring ke lembah kehancuran
Kedatanganku padamu, serupa rembulan
Tatkala memadu matahari di langit hamparan
dan kala darimu ku harus berpaling
Aku serupa bintang, melangkah enggan dalam diam…