Satu Bintang

Filed under: Uncategorized — adessweet at 5:19 pm on Sunday, September 14, 2008

Menunggumu tiba sungguh menyiksa

begitu terasa saatnya akan tiba, badanku terasa panas, tanganku basah dan dingin

belum lagi detak jantung yang benar2 dluar kendali

padahal tidak ada yang terjadi

tapi suara detak jantung terdengar keras dan seakan hendak keluar melalui telinga

aku rasanya gak sanggup menahannya keluar

kemudian kucoba untuk tenang dan menarik napas dalam-dalam

sambil menyebut asmaNya, namun begitu teringat kembali seketika hal-hal itu terulang

oh waktu cepatlah berlalu dan biarkan aku melewati masa menunggu menyiksa seperti ini, begitulah pikirku

akhirnya jeda waktu itu lewat juga

jujur aku tidak ingin melihat wajahmu, jadi ak melihat sekenanya saat berbicara dan banyak melihat kearah sebaliknya

namun celakalah itu. melihat ke arah sebaliknya adalah hal yang selalu kulakukan untuk memandangmu

ya, disana terpampang jelas siluetmu, gerak gerikmu, dirimu yang tidak mungkin aku perhatikan langsung

duh takutnya aku bila seperti ini, aku taku t kembali kemasa itu kalau ternyata kenyataannya gak begitu

ak berusaha melihat keatas, melihat langit disertai pepohonan serta atap rumah

bagiku itu lebih baik dari pada harus melihat dirimu, atau sekedar bayangmu

lama waktu berlalu, syukurnya aku mulai bisa menguasai diriku *lebih tepatnya detak jantung*

ketika kamu pergi, aku berdiri diluar dan menatap langit meski disana tidak ada bintang atau bulan, ntah kenapa aku ingin disana, jauh dari hiruk pikuk, mungkinkah sepi itu karena kamu gak ada?

kemudian ketika kumendapati kamu sendirian, dan aku duduk tak jauh darimu dan menyibukkan diri dengan hal lain

entah kenapa hatiku tenang..tak perlu melihatmu, yang penting aku tau kalau kamu ada didekatku itu sudah sangat memuaskan, aku gak peduli kamu suka sama aku apa gak

bagiku saat itu, bersama yang lain sangatlah menyenangkan, namun jauh lebih menyenangkan bersamamu

memandang langit paling kusuka

karena langit itu seperti hatiku

paling mengerti aku

disana kutuliskan suka-duka, senyummu dan segalanya, karena memandang langit membuatku teringat padamu

Diantara seribu bintang gemintang, hanya satu yang bersinar paling terang

Satu bintang yang akan menerangi hati

Satu bintang yang terpilih
Photobucket



No Comments »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment

You must be logged in to post a comment.