Satu Bintang
Menunggumu tiba sungguh menyiksa
begitu terasa saatnya akan tiba, badanku terasa panas, tanganku basah dan dingin
belum lagi detak jantung yang benar2 dluar kendali
padahal tidak ada yang terjadi
tapi suara detak jantung terdengar keras dan seakan hendak keluar melalui telinga
aku rasanya gak sanggup menahannya keluar
kemudian kucoba untuk tenang dan menarik napas dalam-dalam
sambil menyebut asmaNya, namun begitu teringat kembali seketika hal-hal itu terulang
oh waktu cepatlah berlalu dan biarkan aku melewati masa menunggu menyiksa seperti ini, begitulah pikirku
akhirnya jeda waktu itu lewat juga
jujur aku tidak ingin melihat wajahmu, jadi ak melihat sekenanya saat berbicara dan banyak melihat kearah sebaliknya
namun celakalah itu. melihat ke arah sebaliknya adalah hal yang selalu kulakukan untuk memandangmu
ya, disana terpampang jelas siluetmu, gerak gerikmu, dirimu yang tidak mungkin aku perhatikan langsung
duh takutnya aku bila seperti ini, aku taku t kembali kemasa itu kalau ternyata kenyataannya gak begitu
ak berusaha melihat keatas, melihat langit disertai pepohonan serta atap rumah
bagiku itu lebih baik dari pada harus melihat dirimu, atau sekedar bayangmu
lama waktu berlalu, syukurnya aku mulai bisa menguasai diriku *lebih tepatnya detak jantung*
ketika kamu pergi, aku berdiri diluar dan menatap langit meski disana tidak ada bintang atau bulan, ntah kenapa aku ingin disana, jauh dari hiruk pikuk, mungkinkah sepi itu karena kamu gak ada?
kemudian ketika kumendapati kamu sendirian, dan aku duduk tak jauh darimu dan menyibukkan diri dengan hal lain
entah kenapa hatiku tenang..tak perlu melihatmu, yang penting aku tau kalau kamu ada didekatku itu sudah sangat memuaskan, aku gak peduli kamu suka sama aku apa gak
bagiku saat itu, bersama yang lain sangatlah menyenangkan, namun jauh lebih menyenangkan bersamamu
memandang langit paling kusuka
karena langit itu seperti hatiku
paling mengerti aku
disana kutuliskan suka-duka, senyummu dan segalanya, karena memandang langit membuatku teringat padamu
Diantara seribu bintang gemintang, hanya satu yang bersinar paling terang
Satu bintang yang akan menerangi hati
