to make u happy
Seseorang berkata bahwa ia berencana ingin membuatku senang. Meskipun mungkin ini adalah hal biasa, maksudnya biasa dikatakan lewat lisa maupun tulisan, tapi tetap saja entah gimana ak merasa terharu. Dan ini membuatku berpikir, pernahkah ak ingin menyenangkan orang lain kecuali keluargaku?
Dalam menjalin suatu hubungan, ak rasanya belum pernah berpikir seperti itu, kenapa ya? aku baru menyadarinya. Selama ini sepertinya ak selalu berorientasi terhadap diriku sendiri. Terhadap senang tidaknya diriku sendiri. Yah mungkin ini salah satu tanda ketidakdewasaanku. Bila ak menghubungi seseoran, ak tidak berpikir, “duh dia seneng ga ya klo ak sms?”. Yang ada dipikiranku hanya, “aaa ak pingin sms” ato telp ato apalah.
Pantesan, dari dulu papah selalu menyuruhku kalau melakukan sesuatu atau berbicara pikirkan, kira-kira orang suka gak? marah ga orang ini ntar? karena disitu ilmunya untuk membina hubungan baik dengan orang lain, baik dalam berteman, bertetangga, juga dalam hubungan yang lebih dekat.
Jujur, ak merasa senang dan terharu oleh satu kalimat yang ditulis olehnya itu, meskipun ia hanya berencana untuk menyenangkanku tapi ga seperti itu akhirnya. Padahal nggak! ak senang banget, dari mulai ia mengajakku sampai ketika ia mengantarkanku. Yang membuat ak sedih dan takut adalah ketika ak tak punya kesempatan lagi untuk mengutarakan pikiranku, mengajukan pertanyaanku, takut seandainya kesempatan tidak datang lagi. Itulah penyebabnya ak diam dan marah pada diriku sendiri, bagaimana mungkin mulut ini tidak bekerjasama dengan hati, padahal ak membutuhkannya.
Ketika kamu mengetahui ada seseorang yang menginginkan kamu bahagia dan berusaha membahagiakanmu, apa yang kamu rasakan?
bagiku itulah kebahagiaan