Kekerasan!

Filed under: others — adessweet at 1:17 am on Sunday, June 15, 2008

Aaaagh.
Nonton Tv bikin perasaan jadi ga enak. campur aduk.
Sebagian dari kalian pasti sudah tau donk? tentang video berisi kekerasan yang dilakukan oleh para siswi kelas 1 SMA yang menamakan diri sebagai ‘Genk Nero’ yang berarti Neko-Neko di Keroyok. Setelah pelaku ditanya, konon Genk ini dibentuk sejak mereka masih di SD. Di video itu terlihat seorang anak perempuan dengan posisi ‘hormat’ di tampar berkali-kali secara bergantian oleh (kalau tidak salah) 2 remaja perempuan. Bisa dibayangkan gak sih gimana rasanya? saya aja sampe gerammmm )=(
Orang tua korban yang tidak terima akan perlakuan yang diterima oleh anaknya ini melaporkan para penganiaya tersebut ke polisi. Kemudian beberapa remaja wanita sekitar tempat tinggal tersebut terkesan tidak banyak bicara saat ditanya tentang ’sepak terjang’ Genk tersebut. Takutkah mereka?

Nah, belum lagi dingin berita yang menghebohkan ini, muncul lagi kiriman video yang memperlihatkan adegan kekerasan, yang lagi-lagi dilakukan oleh segerombolan anak perempuan. Belum diketahui apakah ada hubungannya dengan Genk Nero atau tidak. Dalam rekaman tersebut terlihat seorang perempuan yang melakukan sedikit perlawanan (tentu saja tidak banyak berguna mengingat pengeroyoknya ada lebih dari 2), namun si gadis ini lebih banyak menerima pukulan dan tendangan yang mendarat.
Wah, ada apa sih sebenarnya?
Sedang adu kemampuan bela diri atau apa nih?
Kok keroyokan sih? TAKUT ya kalau satu lawan satu?
Memang orang yang bernyali KECIL acap kali bersembunyi dalam suatu grup atau kumpulang orang-orang. Dipikirnya dengan begitu dia jadi kuat? jawabannya NOL
*Ups…saya jadi panas ~_~ bukan ini tujuannya*

Nah kembali ke masalah kekerasan, terutama dikalangan pelajar. Nah barusan aja ada kata ‘Pelajar’, sadar gak sih apa arti pelajar disitu? Apakah tugas para pelajar itu? dan apa yang diharapkan dari Si Pelajar?
Saya rasa semua orang tahu jawabannya, baik orang yang pernah sekolah atau tidak. Tapi mungkin aja sih ya, ada sebagian orang yang Bodoh, dimana mereka tidak tahu dan tidak bisa memaknai hidup dengan baik. Saya katakan BODOH karena Nenek2 dari jaman dulu aja ngerti Kalau yang namanya Pelajar itu diharapkan untuk bisa lebih baik, terdidik. Nah "Klo bukan pelajar boleh donk ugal2an?" trus gmn donk ama non-pelajar tapi bersikap baik? Malu ga? Orang2 diluar sekolah pun setiap hari dalam hidupnya itu belajar. Gimana sih hidup bermasyarakat, ga menyusahkan apalagi meresahkan orang lain. Masa yang belajar disekolah aja otaknya ga dipake buat mikir kesana?

Tapi, gak bisa juga sih ya menyalahkan para anggota Genk atau para penganiaya ini. Ini merupakan hasil ‘didikan’ dari banyak faktor. Yaitu keluarga, Sekolah dan masyarakat. bagaimana nih keluarganya? masa ga nyadar kalau anaknya melakukan penganiayaan terhadap orang lain? gimana didikannya? kemunginan dimata keluarga si Anak bersikap baik, bisa juga Keluarganya tidak perduli anaknya mau ngapain, mungkin juga Keluarga sudah menasehati tapi si anak ngeyel, atau jangan-jangan dikeluarganya sendiri sudah biasa dengan kekerasan?
Nah ini wajib mendapat perhatian masyarakat luas loh, karena ini terjadi disekitar kita. Yang ketahuan dan tersebar ke publik emang baru 2 kasus ini, tapi bagaimana dengan yang tersembunyi? Bisa-bisa melampaui batas.

Lalu masalah Genk dalam lingkup pelajar. Menurut saya, Genk ini biasanya berawal dari pertemanan sekelompok orang. Di sekolah-sekolah emang sudah lazim kok yang namanya Genk itu. Terutama jaman-jaman nya SD-SMA. Dan pernah gak kalian mendapati seseorang yang ‘dilabrak’ (atau mungkin kalian termasuk yang menjadi korban, atau bahkan pelaku). Biasanya ini muncul karena ketidak-senangan terhadap seseorang yang mungkin sombong, belagu, rese, atau bahkan gak ada alasannya (ini biasanya Iri). Dan sering juga senior yang melabrak junior, alasannya bisa aja sama dengan yg saya sebutkan sebelumnya. Bagi yang punya otak dan bisa berpikir,
"Perlukah ini?".
Kenapa -sebagai manusia yang memiliki mulut dan dapat berbahasa apalagi berpendidikan- tidak berbicara dengan kata-kata yang sopan? ngapain sekolah toh klo gitu? Labrak-melabrak ini sendiri dapat mengakibatkan trauma pada si korban dan tentunya juga dendam.
Nah sekarang saya tunggu ah perkembangan kasusnya…apa sanksi yang akan diterima oleh gadis2 kecil tersebut? ancamannya maksimal 5 tahun penjara lho…mudah2 an apapun hasilnya mereka jera (asal jangan balas dendam aja ya karena dilaporin), dan semoga ini jg jadi pelajaran buat orang lain. Orang lain pastinya gak mau disakiti atau dianiaya, apalagi diri sendiri donk? kecuali kalau situ SM :D

Peribahasa buat kalian
- Anjing menggonggong, Kafilah tetap berlalu
- Sirik tanda tak mampu
- Tong kosong nyaring bunyinya
- Siapa yang menanam, dia yang menuai

-peace-
15:17

Filed under: others — adessweet at 9:43 pm on Thursday, June 12, 2008

hemm…
sedang ingin menuliskan pikiran

pernahkah kalian merasakan seperti ini?

Dulu ada seseorang yang pernah datang di hatiku. bisa dibilang ini adalah kali pertamanya untukku. hemm mungkin sekitar setengah dasawarsa yang lalu, bisa dong dibayangkan gimana sih polosnya jaman-jaman itu =)
cukup banyak hal, yang rasanya indah semua gitu *oh, jadi bingung waktu itu melihat dengan apa ya?*
yak! sampe disitu indahnya.
lanjut dengan hal tak terduga, singkat kata diputusin.
hihihi…mungkin karena aku ucup2 gitu n monoton *siul2*
yah begitulah, walhasil masi tersimpan seribu tanda tanya yang ga bisa dikeluarkan….karena aku cuma menjawab ajakan putus dengan 2 kata, "ya sudah" n selese dah semua.
tidaaaaaaaakkkkk….penyesalan besarrrr….masi banyak yg mau ditanyakan, banyak yang ingin kukatakan! interupsi2 dan lainnya. (semua baru bisa kukatakan setelah hampir 2 tahun ~_~)
yah, akibatnya aku mengharap sesuatu yg tak pasti. tiap hari mata ini mencari sosoknya, hanya dengan melihat bayangannya *pas upacara or senam pagi..hihihi*, lihat pintu kelasnya, lihat teman2nya, wuih dah selangit rasanya.
Dan kebodohan ini bertahan sampe 4 tahun, sampe akhirnya nyadar kalo itu sia2 n ‘bukan orang yg baik gitu’ buat gwwwww hehehehe

nah, jadi kepikiran. ketika sesuatu yang belum tercapai berakhir atau tidak sesuai dengan keinginan atau yang kita kira hampir selalu meninggalkan rasa seperti yang digambarkan diatas. ini muncul karena ‘penasaran’. karena menurutku sih perasaan ini berbeda dibandingkan hubungan yang berakhir karena sama2 udah bosen atau apalah.
hemm…contoh lainnya, gimana kalo Cinta Pertama? aku sih gak terlalu ngerti ya, yang mana gituh, tapi dari gambaran umum, kebanyakan CP ini tidak berakhir dengan sukses, bisa karena kandas, atau malah tidak pernah terungkapkan.
dan CP ini masih dikenang sampai beberapa lamanya lho!

Selalu ada rasa ‘aneh’ yang tertinggal atau lebih tepatnya membekas dihati. jadi ingat waktu kecil sering pingin macem2 (misal mainan), tapi gak dibelikan atau hilang, dsb, jadinya ampe sekarang itu masih ingat dengan jelas.

selang beberapa waktu, kadarnya rasa itu bisa pudar dan hilang, tapi ingatan akan rasa itu sendiri sulit untuk dilupakan. entah kenapa masih terasa walopun pudar…hihihi

bagi yang merasa ini aneh, tidak mengerti, dan membingungkan sai minta maap…
maklum, hampir satu jam nulis ini, mikirin kata2 yang pas, ditambah dengan pikiran2 yang saling berlomba mo keluar pada nyampur jadi satu, maka udah ga tau deh gmn amburadulnya tulisan ini….hihihihi

btw, trims bgt dah baca~
-ades-

my turn~

Filed under: My Life — adessweet at 8:46 pm on Thursday, June 12, 2008

Semakin dipikir semakin tak kumengerti
ingin rasanya bilang,
"kejamnya kamu membiarkan semua seperti ini adanya"
karena sulitnya aku menyesuaikan hati dan pikiran dengan keadaan seperti saat ini.

Tapi, aku tak pantas berkata begitu,
…because this is my turn

hemm..sebenarnya ini juga sebagai tolak ukurku atas diri sendiri, sampai sejauh mana aku bisa bertahan dan menjaga agar angin tidak memadamkan nyala api dihati ini =)

malu

Filed under: My Life — adessweet at 6:33 am on Monday, June 9, 2008

malu, aku malu
aku ini seperti mengemis perhatian…hahaha
aku benci!
gak bisa apa aku ini mandiri!
kenapa ak harus meminta dan mengharapkan itu…sampai harus menceritakan masalah pribadi agar aku diperhatikan, dikasihani? betapa memalukan!
kemana harga diri?
kupikir lagi ternyata ak tidak mengerti apa2 ttg diriku. tidak ada yg kupahami. ak gak kenal dng diri ini.
aaaahhh!! ingin kubuang diri ini, ingin kuganti dengan yg lain, yg dari baja, dingin, keras, tak rusak, tahan benturan….tapi sayangnya aku ini asalnya dari tanah. dilapisi daging, dialiri darah, dan dibalut oleh kulit. aku benci dipandang lemah, dikasihani, tapi  aku lebih benci lg diriku yg mengharapkannya.
wanita rubah. itu dulu yg pernah teman katakan padaku. dia bisa melihat, sementara aku sendiri yang tidak menyadari mulai berpikir, "seperti itukah aku?"
aku baru sadar selama ini melakukan sesuatu, mengatakan sesuatu pada org lain, ternyata ak merancang agar menjadi atau mendapat yg kuinginkan, aku tau kalu aku bilang ’seperti ini’ maka org lain akan berlaku/mengatakan ’seperti ini’ atau sesuatu yg kuharapkan.
hehehehe
jadi, buat yg baca blog ini, khususnya post yg ini, jangan percaya dngn semua yg kutulis lho…mungkin ini kulakukan umm dengan sengaja? ego….aih~
capede, kok gini ya…laper nih. udah ah~ jya~

yang aku percaya

Filed under: My Life — adessweet at 5:35 am on Sunday, June 8, 2008

aku selama ini percaya bahwa namaku Deska Yolinda, dan ternyata itu memang benar. aku selama ini percaya aku lahir 26 maret 19 thn yang lalu, dan itu memang benar.
namun mempercayai orang lain atau suatu keadaan ternyata tidak semudah mempercayai fakta-fakta seperti diatas. Orang-orang tersayang ternyata tidak bisa dipercaya, bahkan keadaan sampai kapanpun tidak dapat dipercaya. pasang-surut. ya itu yg cocok. dan aku benci itu!

Aku baru sadar, g ada yg bisa kupercaya dari dunia ini. Orang2 yang tersisa didalamnya, ataupun keadaannya. bisakah sama dengan yg kupikir selama ini? bisa kah tetap seperti itu? seperti yang aku cintai? tidak.

bodohnya aku baru sadar. bagi yang membaca ini, ak jujur aku g mempercayai kalian semua, begitupula diriku, aku pun tidak berbeda. hanya satu yang bisa kupercaya sepenuh hati. yang aku tidak menolak ke-eksistensian-Nya, tempat aku mengadu, meminta, menangisi keadaan dan orang2 yang membatku kecewa dan juga diriku yang naif serta berlaku sama *sebab aku jg manusia*. ternyata! ternyata Allah saja yang tidak akan berubah, hanya Dia yang bisa kupercaya sepenuh hatiku, dan aku pasrah padanya. Buktinya dulu kupercaya Allah hanya satu, Dia pula yang menciptakan langit dan bumi, Empunya 99 sifat yang tak akan dimiliki manusia, ternyata semua itu benar!!!

tetapkanlah hatiku ini Ya Allah…agar aku bisa percaya demi-Mu dan atas nama-Mu
amin…….

Questions for you, answer please >_<

Filed under: Uncategorized — adessweet at 8:38 am on Tuesday, June 3, 2008

What if….. I died ?

1. I died:

2. I kissed you:

3. I lived next door to you:

4. I started smoking:

5. I stole something:

6. I was hospitalized:

7. I ran away from home:

8. I got into a fight and you weren’t there?

WHAT DO YOU THINK ABOUT MY: Personality ?

9. Personality:

10. Eyes:

11. Hair:

12. Family:

WOULD YOU: love me and hold my hand ?

13. Be my friend?

14. Keep a secret if I told you one?

15. Hold my hand?

16. Take a bullet for me?

17. Keep in touch?

18. Try and solve my problems?

19. Love me?

20. Date me?

21. Sing with me?

HAVE YOU EVER: wanted to kiss me? or thought i was unbearably annoying?

22. Lied to make me feel better?

23. Wanted to kiss me?

24. Wanted to kill me?

25. Broke my heart?

26. Kept something important from me?

27. Thought I was unbearably annoying?

MORE:

28. Who are you?

29. Are we friends?

30. When and how did we meet?

31. Describe me in one word: answer this!

32. What was your first impression? answer this!

33. Do you still think that way about me now? answer please

34. What reminds you of me? tell me…

35. If you could give me anything what would it be? i just want 1 word

36. How well do you know me?

37. When’s the last time you saw me?

38. Ever wanted to tell me something but couldn’t? then tell me now!

39. Are you gonna put this on yours to see what I say about you?

Cinta Sejati

Filed under: Love — adessweet at 2:15 am on Sunday, June 1, 2008

                            Menemukan cinta sejati tidak
semudah membalik telapak tangan, perlu pemikiran dan kondisi yang ideal untuk
menentukan bahwa seseorang adalah cinta sejati Anda. Namun ada tips yang dapat
membantu menemukan cinta sejati. Ini dia!

 
 

1. Jangan mencarinya. Cinta tidak
datang pada seseorang yang mencarinya. Jika memang Anda baru saja mengakhiri
suatu hubungan, fokuslah pada diri dan kehidupan pribadi terlebih dahulu. Tidak
perlu terburu-buru mencari cinta yang baru, dan nikmati kesendirian Anda.

 
 

2. Beri waktu untuk diri sendiri.
Temukan aura positif Anda. Jika perasaan puas terhadap diri muncul, maka secara
otomatis aura positif itu akan terpancar. Dan orang di sekitar pun akan
melihatnya. Itulah daya tarik bagi diri Anda.

 
 

3. Jika sudah siap untuk membuka
lembaran baru bagi hubungan, maka mulailah memilih karakter pasangan seperti
apa yang diidamkan. Tak hanya dari segi fisik namun juga mental dan
kepribadian.4. Bergaul dan hang out. Hal itu
akan membuka kesempatan bagi Anda untuk bertemu orang baru. Siapa tahu salah
satu di antara mereka adalah cinta sejati Anda.

 
 

5. Berani ambil risiko. Jika
suatu hari Anda bertemu dengan seseorang yang sesuai dengan kriteria cinta
sejati, jangan ragu untuk mengambil langkah. Mulailah perkenalan dan menjalin
hubungan. Karena kesempatan tak datang dua kali.

 
 

6. Yang paling penting, cintai
diri Anda terlebih dahulu. Hiduplah dengan bahagia dan jangan pernah melepaskan
harapan. Yakinlah, setiap orang diciptakan berpasangan. Masalahnya hanyalah
mendapatkan orang yang tepat, di waktu yang tepat.

Buat Yang Mo Merit…kata2 buat kalian hohohohoho…..

Filed under: Uncategorized — adessweet at 1:47 am on Sunday, June 1, 2008

Bingung mo post dimn, klo di bulletin gmn gityuh~
dapet dari tetangga sebelah

Wahai SUAMI renungkanlah

* Pernikahan atau perkahwinan menyingkap tabir rahsia.
* Isteri yang kamu nikahi tidaklah semulia Khadijah.
* Tidaklah setaqwa Aisyah
* Tidaklah setabah Fatimah
* Justeru,
* Isterimu hanyalah wanita akhir zaman yang punya cita-cita menjadi solehah..
* Pernikahan atau perkahwinan mengajar kita kewajiban bersama
* Isteri menjadi tanah, kamu langit penaungnya
* Isteri ladang tanaman, kamu pemagarnya
* Isteri kiasan ternakan, kamu gembalanya
* Isteri adalah murid, kamu mursyidnya
* Isteri bagaikan anak kecil, kamu tempat bermanjanya
* Saat isteri menjadi madu, kamu teguklah sepuasnya
* Setika isteri menjadi racun, kamulah penawar bisanya
* Seandai isteri tulang yang bengkok, berhatilah meluruskannya
* Pernikahan atau perkahwinan menginsafkan kita, perlunya iman dan taqwa
* Untuk belajar meniti sabar dan redho ALLAH s.w.t kerana Memiliki isteri yang tak sehebat mana
* Justeru Kamu akan tersentak dari alpa
* Kamu bukanlah Rasulullah s.a.w Pun bukanlah Sayyidina Ali Karamallahhuwajhah
* Cuma suami akhir zaman yang berusaha menjadi SOLEH.
Amin.

Wahai ISTERI pula renungkanlah

* Pernikahan atau perkahwinan membuka tabir rahsia
* Suami yang menikahi kamu tidaklah semulia Muhammad s.a.w.
* Tidaklah setaqwa Ibrahim
* Tidak setabah Ayyub
* Tidak segagah Musa
* Apalagi setampan Yusuf
* Justeru Suamimu hanyalah lelaki akhir zaman yang punya cita-cita membangun keturunan yang soleh
* Pernikahan atau perkahwinan mengajar kita kewajiban bersama
* Suami menjadi pelindung, kamu penghuninya
* Suami nakhoda kapal, kamu pengemudinya
* Suami bagaikan pelakon yang nakal, kamu adalah penonton kenakalannya
* Saat suami menjadi raja kamu nikmati anggur singgahsananya
* Sekita suami menjadi bisa, kamulah penawar ubatnya
* Seandainya suami bengis lagi lancang, sabarlah memperingatkannya
* Pernikahan ataupun perkahwinan mengajarkan kita perlunya iman dan taqwa
* Untuk belajar meniti sabar dan redho ALLAH s.w.t. kerana Memilik suami yang tak segagah mana..
* Justeru Kamu akan tersentak dari alpa Kamu bukanlah Khadijah yang begitu sempurna di dalam menjaga
* Bukanlah Hajar yang begitu setia dalam sengsara
* Cuma wanita akhir zaman yang berusaha menjadi SOLEHAH
Amin.

Justeru itu wahai SUAMI dan ISTERI Jangan menuntut terlalu tinggi
Seandainya diri sendiri jelas tidak berupaya SUAMI dan ISTERI ingatlah:

* Mengapa mendambakan isteri sehebat Khadijah
* Andai diri tidak semulia Rasulullah s.a.w.
* Tidak perlu isteri secantik Balqis
* Andai diri tidak sehebat Sulaiman
* Mengapa mengharapkan suami setampan Yusuf
* Seandai kasih tak setulus Zulaikha
* Tidak perlu mencari suami seteguh Ibrahim
* Andai diri tidak sekuat Hajar dan Sarah.

-’-'-’-'-’-'-’-

Filed under: My Life — adessweet at 12:33 am on Saturday, May 31, 2008

apakah impianku akan berakhir disini?

Jodoh dan Kedewasaan Kita

Filed under: My Life — adessweet at 11:25 pm on Friday, May 16, 2008

Well…saya pikir ini adalah artikel yang sangat bagus….menusuk tepat ke jantung saya…hahahaha…oh no! kyknya saya sering banget deh berpikir seperti itu…"kapan ya saya menikah? duh…mana ya jodoh saya?" dan lain sebagainya…tapi gak pernah merenung dan menilik kembali, "apakah saya sudah dewasa???"
padahal itu yang paling penting! bagaimana mungkin saya melupakan hal terpenting ini? saya masih jauh sekali dari dewasa…huhuhuhu…
oh, saya ga perlu jadi besar, saya cuma perlu jadi dewasa…
supaya saya bisa melakoni hidup dengan lebih baik…amin!
nah, baca ya temen2…

Jodoh dan Kedewasaan Kita
Ahmad Muhammad Haddad Assyarkh

Jodoh
adalah problema serius, terutama bagi para Muslimah. Kemana pun mereka
melangkah, pertanyaan-pertanyaan "kreatif" tiada henti membayangi.
Kapan aku menikah? Aku rindu seorang pendamping, namun siapa? Aku iri
melihat wanita muda menggendong bayi, kapan giliranku dipanggil ibu?
Aku jadi ragu, benarkah aku punya jodoh? Atau jangan-jangan Tuhan
berlaku tidak adil?

Jodoh serasa ringan diucap, tapi rumit dalam realita.
Kebanyakan
orang berbicara soal jodoh selalu bertolak dari sebuah gambaran ideal
tentang kehidupan rumah tangga. Otomatis dia lalu berpikir serius
tentang kriteria calon idaman. Nah, di sinilah segala sedu-sedan
pembicaraan soal jodoh itu berawal. Pada mulanya, kriteria calon hanya
menjadi ‘bagian masalah’, namun kemu justru menjadi inti permasalahan
itu sendiri.

Di sini orang berlomba mengajukan "standardisasi"
calon: wajah rupawan, berpendidikan tinggi, wawasan luas, orang tua
kaya, profesi mapan, latar belakang keluarga harmonis, dan tentu saja
kualitas keshalihan.

Ketika ditanya, haruskah seideal itu?
Jawabnya ringan, "Apa salahnya? Ikhtiar tidak apa, ?" Memang, ada juga
jawaban lain, "Saya tidak pernah menuntut. Yang penting bagi saya calon
yang shalih saja." Sayangnya, jawaban itu diucapkan ketika gurat-gurat
keriput mulai menghiasi wajah. Dulu ketika masih fresh, sekadar senyum
pun mahal.

Tidak ada satu pun dalih, bahwa peluang jodoh lebih
cepat didapatkan oleh mereka yang memiliki sifat superior
(serbaunggul). Memperhitungkan kriteria calon memang sesuai sunnah,
namun kriteria tidak pernah menjadi penentu sulit atau mudahnya orang
menakah.
Pengalaman riil di lapangan kerap kali menjungkirbalikkan prasangka-prasangka kita selama ini.

Jodoh,
jika direnungkan, sebenarnya lebih bergantung pada kedewasaan kita.
Banyak orang merintih pilu, menghiba dalam doa, memohon kemurahan
Allah, sekaligus menuntut keadilan-Nya. Namun prestasi terbaik mereka
hanya sebatas menuntut, tidak tampak bukti kesungguhan untuk menjemput
kehidupan rumah tangga.

Mereka bayangkan kehidupan rumah tangga
itu indah, bahkan lebih indah dari film-film picisan ala bintang,
Sahrukh Khan. Mereka tidak memandang bahwa kehidupan keluarga adalah
arena perjuangan, penuh liku dan ujian, dibutuhkan napas kesabaran
panjang, kadang kegetiran mampir susul-menyusul. Mereka hanya siap
menjadi raja atau ratu, tidak pernah menyiapkan diri untuk
berletih-letih membina keluarga.

Kehidupan keluarga tidak
berbeda dengan kehidupan individu, hanya dalam soal ujian dan beban
jauh lebih berat. Jika seseorang masih single, lalu dibuai penyakit
malas dan manja, kehidupan keluarga macam apa yang dia impn?

Pendidikan, lingkungan, dan media membesarkan generasi muda kita menjadi manusia-manusia yang rapuh. Mereka
sangat
pakar dalam memahami sebuah gambar kehidupan yang ideal, namun lemah
nyali ket didesak untuk meraih keidealan itu dengan pengorbanan. Jika
harus ideal, mereka menuntut orang lain yang menyediakannya.
Adapun mereka cukup ongkang-ongkang kaki. Kesulitan itu pada akhirnya kita ciptakan sendiri, bukan dari siapa pun.

Bagaimana
mungkin Allah akan memberi nikmat jodoh, jik kita tidak pernah siap
untuk itu? "Tidaklah Allah membebani seseorang melainkan sekadar sesuai
kesanggupannya." (QS Al Baqarah, 286).
Di balik fenomena "telat nikah" sebenarnya ada bukti-bukti kasih sayang Allah SWT.

Ketika
sifat kedewasaan telah menjadi jiwa, jodoh itu akan datang tanpa harus
dirintihkan. Kala itu hati seseorang telah bulat utuh, siap menerima
realita kehidupan rumah tangga, manis atau getirnya, dengan lapang dada.

Jangan pernah lagi bertanya, mana jodohku? Namun bertanyalah, sudah dewasakah aku?

"Torehkan
hadist ini dalam benak : "Sesungguhnya ketika seorang suami
memperhatikan istrinya dan begitu pula dengan istrinya, maka Allah
memperhatikan mereka dengan penuh rahmat, manakala suaminya rengkuh
telapak tangan istrinya dengan mesra, berguguranlah dosa-dosa suami
istri itu dari sela jemarinya" (Diriwayatkan Maisarah bin Ali dari
Ar-Rafi’ dari Abu Sa’id Alkhudzri r.a) "

« Previous PageNext Page »